Adi
Ex-brand manager FMCG. Obsesi: positioning yang bikin harga bukan satu-satunya alasan beli.
Bukan sekadar mengurus digital marketing
Bermula 2018 dari 3 orang yang ngulik SEO dan Google Ads dari rumah masing-masing tanpa kantor. Hari ini brand seperti Aulia Laundry jadi dikenal di daerahnya, Wima Aesthetic naik 60%, Mafahim tumbuh +1800%. Bukan karena budget besar, tapi karena kami beresin dulu kebocoran kecil yang bikin iklan hangus.
2018, kami bertiga. Tanpa kantor, kerja masing-masing dari rumah dengan modal laptop dan obsesi ke SEO dan Google Ads. Klien pertama yang berani percaya? Aulia Laundry. Order sepi bukan karena tidak ada yang butuh laundry, tapi karena chat calon klien dibalas lebih dari 1 jam. Kami tidak mulai dari naikkan budget iklan. Kami mulai dari hal sepele: dorong CS/admin membalas di bawah 5 menit.
Hasilnya? Calon klien yang tadinya kabur jadi masuk, order jalan, dan Aulia Laundry akhirnya dikenal di daerahnya. Dari situ prinsip kami tidak berubah: iklan tidak menyelamatkan bisnis yang fondasinya bocor. Makanya setiap kerja sama selalu mulai dari Growth Audit yang membedah positioning, offer, funnel, dan kecepatan respon. Baru bicara budget iklan. Kalau kamu owner yang capek bakar budget tapi tidak tahu uangnya jadi apa, cara kerja seperti ini yang kamu butuhkan.
Hari ini kami tetap lean: 5 orang inti di dalam, didukung puluhan freelance associate profesional di bidang strategist, media buyer, SEO specialist, copywriter, designer, dan data analyst. Tanpa tim gemuk, tanpa birokrasi. Satu squad pegang maksimal 5 brand supaya mikirnya dalam, dan kamu selalu tahu siapa yang pegang brand-mu.

Ex-brand manager FMCG. Obsesi: positioning yang bikin harga bukan satu-satunya alasan beli.

Ngatur Rp40M+ ad spend. Prinsip: matikan iklan jelek lebih cepat dari nyalakan yang baru.

Editorial mind, direct-response heart. Bikin konten yang enak dibaca dan dorong closing.
Ceritakan target 12 bulan ke depan. Kami kasih peta jalannya.